love

Tuesday, 14 May 2013

surat cinta untuk calon suami ku

assalamualaikum...
dear calon suami ku,
apa khabar dengan iman mu hari ni ? sudahkan hari mu di awali dengan syukur kerana dapat menatap kembali fananya hidup ini .. sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatan mu atas amanah yang saat ini kau genggam ?
wahai calon suami ku,
tahukah engakau betapa Allah sangat mencintai ku dengan dasyatnya? di sini aku di tempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingi mu kelak.
meskipun kadang keluh dan putus  asa menyergapi..namun kini ku rasakan diri ini lebih baik.
kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hati ku,bahagian yang terapuh diriku,
namun kini aku tahu jawapannya..Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku sentiasa kembali mengingati Nya dan mencintai  Nya.
ujian demi ujian..in sya allah  membuatku lebih teguh sehingga saat kelak  kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihati mu.
calon suami ku,
entah dimana dirimu sekarang. tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. aku yakin Dia tengah melatih mu menjadi mujahid yang teguh hingga aku bangga memiliki mu kelak.
apa yang ku harapkan dari mu adalah kesalihan.semoga sama halnya diri mu. kerna apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapat.
aku masih haus akan ilmu. namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keredhaan Allah dan darimu, suami ku..
wahai calon suami ku,
saat aku menjadi asuhan ayah dan bonda ku. tak lain doa ku agar menjadi anak yang solehah , agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.
namun nanti, setelah menjadi isteri mu, aku berharap agar menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadari mu, mendampingi diri mu yang soleh.
aku ini pencemburu yang berat. tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. aku yakin kau lah yang butuh. meski nanti kau bukanlah orang yang ku harapkan.
calon suami ku yang di rahmati Allah,
apabila hanya sebuah gubuk yang menjadi perahu pernikahan kita..tak kan ku namai dengan gubuk derita..kerna itulah markas dakwah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
ketika kelak lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk sama mendidiknya denga harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat terutamanya dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Taala.
bunga akan indah pada waktunya, iaitu ketika bermekaran menghiasi taman.
maka...kini tengah ku persiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiran mu dalam kehidupan ku.
kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik . meski bukan ummat yang terbaik,tapi setidaknya menjadi yang terbaik di sisi mu kelak.
calon suami ku,
inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam rangkaian kata. seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata..itulah yang ku hadapi. kelak saat kita tengah bersama,maka...disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajat memahami mu.
bersabarlah calon suami ku..
doaku selalu agar Allah memudahkan jalan mu untuk menjemputku sebagainbidadari mu.
semoga Allah selalu menjaga mu agar tidak tersentuh yang bukan mahram mu, meski hanha sehujung kuku. agar kau bisa mempersembahkan diri mu seutuhnya untuk ku . seperti halnya aku, yang ingin mempersembahkan diri ku seutuhnya hanya untuk mu..
salam cintaku untuk mu,,
wassalam
;calon isteri mu

No comments:

Post a Comment